20
Mar
09

ELEGI SEKOTAK BROWNIES

By:

 

 

08 Mei 2005………

 

Tepat jam tujuh pagi, aku tiba di kantor. Sebuah rutinitas yang harus aku kerjakan setiap hari. Yah, posisiku  sebagai seorang middle leader  di satu perusahaan  mengharuskan aku untuk menjadi seorang calon pemimpin yang patut dicontoh oleh rekan-rekan kerjaku.

 

Kesibukanku dibalik meja membuatku tidak terlalu peduli dengan lalu lalangnya orang-orang di sekelilingku, hingga akhirnya aku dikejutkan oleh kehadiran seseorang yang tiba-tiba telah muncul di depanku.

 

Ia memperkenalkan dirinya dengan sebuah nama yang cukup unik, Yahadira. Blasteran dari ibunya yang seorang suku sunda dan ayahnya yang seorang suku Batak, itu aku ketahui  kemudian setelah aku cukup mengenalnya.

Seorang konsultan yang siap bekerjasama dengan kantorku dalam menjalankan beberapa program. Sudah berkeluarga dengan dua orang anak, seorang Insinyur di bidang landscape, cukup berlawanan dengan jasa konsultansi yang dia tawarkan di kantorku saat itu. Toh, itu gak jadi masalah buat kami, karena ternyata diapun cukup mumpuni dengan bidang kerja yang dia geluti sekarang.

 

Kesan pertamaku, saat aku kali pertama jumpa,  dia  seorang yang smart, supel, visible, dan tentunya secara fisik pun dia termasuk ’good looking’ untuk dipelototin.

 

Aku akan selalu teringat saat dia mengahampiriku saat pertama kali..

”Assalamu’alaikum, maaf bisa mengganggu sebentar?”  Begitu kalimat pertama meluncur dari mulutnya.

”Oh ya, of course. Silakan duduk”. Jawabku setengah kaget, karena saat itu aku sedang asyik menulis.

“Perkenalkan, saya Yahadira, tapi cukup panggil saya dengan Dira saja. Saya bertugas di sini untuk beberapa waktu ke depan. Saya pikir akan ada beberapa program yang bisa kita sinergiskan antara  anda dan saya”. Itu kalimat kedua dia, dan selanjutnya  aku dan dia terlibat percakapan yang serius dan menyenangkan.

 

………….

 Hari ini tepat usiaku genap 32 tahun. Usia yang cukup matang untuk seorang wanita menikah sepertiku.

Saat waktu menunjukkan tepat jam 8 pagi, Dira menelponku. Dia meminta ijin agar aku membolehkan dia untuk bertamu ke rumahku. Karena suamiku sedang berada di luar kota, aku menolaknya. Tapi dia memohon hanya untuk beberapa menit saja. Katanya ada satu hal yang sangat penting yang harus aku ketahui. Akhirnya dengan berat hati aku mengijinkan dia dengan syarat dia tidak boleh lama-lama, hanya 5 menit saja, itupun dia harus membawa muhrimnya, anaknya atau juga istrinya!

 

Selang 10 menit, ia  sudah berada di depan pintu rumahku. Dengan mengenakan kaos oblong warna putih dan celana jeans belel ia kelihatan ’good looking’  banget! Lucunya lagi, dia sambil menggendong anaknya!

”Assalamu’alaikum” sapanya.

”Wa’alaikum salam, masuk deh” jawabku.

”Duduk , mau minum apa nih?” tanyaku basa-basi.

”Nggak usah deh, kan hanya diberi waktu 5 menit” jawabnya lucu.

”Oke kalo gitu, hal penting apa sih yang akan anda sampaikan?” tanyaku

”Happy birthday ya, dan sorrry gak bisa ngasih apa-apa cuman ini” katanya sembari menyodorkan selembar kartu bersampul merah jambu dan sebuah kotak sampul kertas kado.

 

Kalimat tersebut meluncur dari mulutnya dan tentu saja bikin aku terkaget-kaget dan bengong untuk beberapa saat. Sejak kapan dia tahu hari ini adalah hari lahirku?

”Hei, siapa yang ulang tahun nih?” aku berusaha mengelak.

”Yah, kebetulan tau lah” jawabnya dengan mimik lucu.

”Ya, kalo gitu thanks a lot ya” kataku untuk menyenangkan hatinya.

Tak banyak kata saat itu, dan setelah minum segelas syrup yang aku suguhkan, diapun pamitan pulang.

 

Sepulang dia, aku amati gift dari dia. Yah, ada rasa bingung, seneng,  juga ada perasaan ’gak enak’ kalau-kalau  nanti suamiku berasumsi lain tentang kado tersebut. Segera aku telepon suamiku yang sedang di luar kota dan ngasih tau dia tentang hal tersebut. Di luar dugaan, dia kayaknya nyantei aja tuh, malah bilang ”terima aja, jangan suka nyakitin orang” ujarnya.

 

Akhirnya akupun membuka satu persatu pemberian Dira, pertama aku buka kartu bersampul merah jambu itu, kubuka dan ternyata sebuah kartu indah yang bertabur gambar timbul mawar berwarna merah muda, isinya? Hmmm….membuatku kembali merasa umur 17 tahun! Kaget dan terpesonan tentu saja. Mengihilangkap kepenasarananku, aku buka lagi kotak pemberian dia. Kubuka hati-hati, dan tersembulah sebuah kotak berwarna coklat, isinya? Coklat brownies kesukaaanku!

 

Sejak saat itu, sepertinya aku dan Dira semakin bersahabat, hampir tiap hari dia nongkrong di mejaku. Yah, kami sering diskusi tentang banyak hal, pemberdayaan umat, seni, ekonomi, agama atau anythings lah. Pokoknya apapun yang kami perbincangkan pasti seru dan menyenangkan.

 

So, ketergantungan! Itu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan betapa dekatnya hubungan antara aku dan dia. Apapun yang akan aku lakukan di kantor, kalau belum didiskusikan dengan dia, sepertinya nggak sempurna. Nggak bernilai……

 

 

15 Juni 2006……………………..

Hari ini aku dan dia ditugaskan oleh atasan untuk  mengikuti rapat kerja ke luar kota. Sepanjang perjalanan, aku dan dia mengisi waktu dengan berbincang dan bercanda, yah sekedar  untuk membunuh waktu yang lumayan lama dan membosankan.

 

Entah sadar atau tidak, selama kita berbincang, dia selalu memanggilku dengan sebutan ’Adek’! Yah, aku pikir sah-sah aja lah, toh usia dia lebih tua, terpaut 7 tahun denganku.

Tak ada yang istimewa selama kami bertugas, karena aku sudah sibuk berbincang dan berkenalan dengan peserta  rapat lainnya. Dua hari di sana, aku dan diapun pulang, pastinya  dengan kesan dan memori masing-masing…………….

 

Apapun niatan dia, toh aku juga wanita yang punya sensitifitas tinggi. Aku merasa bahwa dia nih mempunyai ’somethings else’ kepadaku. Bukan Ge Er  sih, tapi hatiku yang mengatakan itu. Sejujurnya, andai aku belum memiliki keluarga yang sangat aku banggakan, tentunya sudah aku terima tuh rasa dari dia he…he…

 

Untuk menjaga hati, aku berinisiatif untuk mengatur jarak pertemuan dan  perbincangan dengan dia. Hasilnya? Yah, lumayanlah  sejak kepulangan kita dari luar kota tersebut, aku dan dia semakin renggang dan ritme pertemuan kitapun semakin berkurang!

 

12 Mei 2007……………..

Hampir setahun aku dan Yahadira tidak berkomunikasi lagi secara intens. Masa sulit yang harus aku hadapi, karena hampir setiap hari aku bertemu dengannya di kantor  dan kita serasa asing satu sama lain, dan tentu saja aku juga yakin menimbulkan banyak tanya di antara temen-temen aku di kantor. Ah, sebodo…..Tapi yang jelas terasa ada yang hilang dalam meniti hari-hariku di ruang kerja maupun dalam keseharian…. Ceille ABG banget ya? Tapi yah, itulah kenyataannya, toh rasa cinta, memiliki dan kehilangan milik semua manusia.

 

Seluruh kenangan indah tentangnya sudah aku kubur beserta diaryku tentangnya….. Hingga suatu pagi di hari Senin, seusai aku mengikuti apel pagi di kantor, Dira menghampiriku. Dengah senyumnya yang tetap menggoda, dia menghampiriku ”pagi, mengganggu gak nih?” tanyanya. ”nggak juga?” jawabku sambil menahan detak jantungku yang sedikit berdebar. Jujur seeh, aku agak rindu untuk mengobrol dengannya…

 

”Ini ada oleh-oleh dari  Della”, ujarnya. Della adalah adeknya yang tinggal di negeri kincir angin. Terbungkus kertas kado yang sedikit rapih, aku menerima juga pemberian dari dia, takut dia tersinggung siih kalo aku tolak…

Hm….ternyata walaupun sudah setahun lebih kita menjadi asing satu sama lain, diam-diam dia masih care dan perhatian sama aku………….Setelah ngobrol sedikit untuk menghargai dia, aku pamitan untuk masuk ke ruang atasanku. Akhirnya dia mengerti dan beranjak pergi dari mejaku……Kubuka kadonya,  patung  sepasang sejoli  negeri kincir angin yang bermediakan  lilin. So, what means?……….

 

21 Agustus 2007……….

Aku sudah terbiasa tanpa kehadiran Dira di tengah-tengah kesibukanku di kantor. Pagi ini aku lagi sedikit rileks dengan pekerjaanku, ketika sekonyong-konyong Dira  datang ke ruanganku.  Aku terkesiap dan agak kaget melihatnya, Dia mengajakku bersalaman sebentar, kemudian dia langsung asyik berdiskusi dengan stafku tentang program yang sedang dia kerjakan. Setelah pamitan dengan stafku, dia langsung menghampiriku, ”Sudah lama banget kepingin ngasih ini, tapi baru sekarang sempatnya”, ujarnya sembari mengulurkan sesuatu benda padaku. ”Ini oleh-oleh dari Belanda”, katanya.  Lagi-lagi aku tak kuasa untuk menolaknya, karena aku tahu itu pasti menyinggung perasaannya. ” Ok deh, makasih banyak ya”, jawabku. Sebuah gantungan kunci yang indah dan unik, masih dengan bandulan sepasang sejoli negeri kincir angin! Apa gak bosen ngasih barang dengan tema yang sama ya? Atau ada maksud lain?! Ah, bodo amat…..

 

 3 September 2007…………….

Sepertinya hari senin adalah hari special untukku. Karena lagi-lagi di hari senin aku mendapat kejutan dari Dira. Saat aku mau rapat di meeting room, dia datang ke mejaku. ” Eh bentar, ada sesuatu nih”, katanya seraya membuka tas kerjanya. ”Ini oleh-oleh dari Singapore”, ujarnya. ”Kapan ke sana ?’ tanyaku. ”Tiga hari lalu saya ke sana”, jawabnya. ”Ok, deh makasih banyak ya”, jawabku sambil berlalu.

 

Hm, Dira, kamu memang mahkluk yang super so far so good! Selalu enerjik tapi  penuh misteri! Di  satu waktu kamu seperti gak pernah kenal sama aku, tapi di kala lain kamu seperti masih ingin nunjukkin bahwa kamu tuh masih sayang dan care sama aku. 

Tapi kalo boleh aku minta sama kamu, cukuplah oleh-oleh dari singaporemu itu sebagai ending cerita tentang kita.

 

 

                                              My small town, 6 sept’ 2007

 

 

 

 


2 Responses to “”


  1. 1 vians'z
    March 21, 2009 at 12:03 am

    hmm…nyentuh bget ni crt… so sweet tu org…cmn sayang gk da kelanjutannya….tp dia udh bs bikin warna dalam hari2mu yg indah….
    asal jgn keterusan aja…he..he…he…chaoouu…

  2. 2 sangkuti
    April 22, 2009 at 12:17 pm

    perasan yg satu ini sudah pernah gw baca,,,, re post ya bu,,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: