20
Apr
09

PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

medio April….

blog, apa kabarmu pagi ini? moga bisa mencerahkan dunia dan pastinya juga bright of  my thinking. Abisnya selama beberapa hari ini i was lost my price time to finding some good ideas, to writing some good news and to give u some nice gift…

so, today i m trying to write the news about Planning of  Development, bukan karena aku jago soal ini loh, tapi karena aku lagi baca-baca juga tentang si dia nih, nah daripada aku baca sendiri, kan mendingan  barengan  kamu bacanya…

abisnya kalo gak baca katanya bisa membuat otak kita menjadi beku dan mandeg dalam membuat ide-ide..hmm, es krim beku enak,  nah otak kalo beku pastinya bikin kita lemot he..he. Kalo lemot diajakin orang ngobrolin ini dan itu pasti gak bakalan konek, nah biar kamu bisa nyambung saat ada yang ngajakin ngobrol soal perencanaan pembvanguna, aku dengan pedenya ngasih bocoran neeh….semua yang aku tulis ini terinspirasi dan bersumber dari Peraturan Pemerintah NOmor 39 tahun 2006 loooo…….

Yah, ceritanya adalah berawal dari perubahan kondisi sosial, ekonomi dan politik yang sangat fundamental menuntut perlunya sistem perencanaan pembangunan yang komprehensif dan mengarah kepada perwujudan pemerintahan yang sarat dengan nuansa transparansi, akuntabilitas, demokratisasi, desentralisasi, dan pratisipasi masyarakat, yang pada akhirnya dapat menjamin pemanfaatan dan pengalokasian sumber dana pembangunan yang semakin terbatas menjadi lebih efisien dan efektif serta berkelanjutan. Salah satu upaya untuk merespon tuntutan tersebut, maka dilahirkanlah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

Nah, dalam Undang-undang tersebut disebutin tuh kalo dalam sistem yang baru, perencanaan pembangunan tuh terdiri dari 4 tahapan, yaitu:

1. Penyusunan rencana

2. Penetapan rencana

3. Pengendalian pelaksanaan rencana

4. Evaluasi pelaksanaan rencana

Nah, keempatnya tersebut merupakan bagian dari fungsi manajemen, yang saling terkaitdan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Keempatnya saling melengkapi dan masing-masing memberi umpan balik serta masukan kepada yang lainnya. Perencanaan yang telah disusun dengan baik , tidak ada artinya jika tidak dilaksanakan. Setiap pelaksanaan rencana tidak akan berjalan lancar jika tidak didasarkan kepada perencanaan yang baik. Sejalann dengan itu, dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program pembangunan, perlu dilakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan.

Oke, sekarang kita kupas abis yuk satu-satu soal pengendalian dan evaluasi. Yeah, walopun gak bahas abis, paling gak kita ada ilustrasi dikitlah soal kedua hal tersebut….

-Pengendalian-

Pengendalian terhadap pelaksanaan rencana pembangunan dilakukan dengan maksud untuk dapat menjamin bahwa pelaksanaan rencana pembangunan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengamati  perkembangan  pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi  permasalahan yang timbul dan atau akan timbul untuk dapat diambil tindakan selanjutnya sedini mungkin.

-Evaluasi-

Evaluasi dilakukan dengan maksud untuk dapat mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana pembangunan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan di masa yang akan datang.

Fokus utama evaluasi diarahkan kepada keluaran (output), hasil (outcomes), dan dampak (impact) dari pelaksanaan rencana pembangunan. Oleh karena itu, dalam perencanaan yang transparan dan akuntabel, harus disertai dengan penyusunan indikator kinerja pelaksanaan rencana, yang sekurang-kurangnya meliputi indikator masukan, indikator keluaran, dan indikator hasil/manfaat.

Didalam pelaksanaannya, kegiatan evaluasi dapat dilakukan pada berbagai tahapan yang berbeda, yaitu:

1. Evaluasi pada tahap perencanaan (ex-ante), yaitu evaluasi dilakuakn sebelum ditetapkannya rencana pembangunan dengan tujuan untuk memilih dan menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif  dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

2. Evaluasi pada tahap pelaksanaan (0n-going), yaitu evaluasi dilakukan pada saat pelaksanaan rencana pembangunan, untuk menentukan tingkat kemajuan  pelaksanaan rencana dibandingkan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Evaluasi pada tahap pasca-pelaksanaan (eks-pose), yaitu evaluasi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan perencanaan berakhir, yang diarahkan untuk melihat apakah pencapaian (keluara, hasil or dampak) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan. Evaluasi ini digunakan untuk menilai efisiensi (keluaran dan hasil dibandingakan dengan masukan), efektifitas  (hasil dan dampak dibandingkan terhadap sasaran), atopun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program.

hmmm….kayaknya cukup kali ya bahan diskusi kita pada hari ini…udah jam 1 siang deh.. lapar dan kantuk menyerang nih, mendingan aku off dulu, dan selamat membaca aja deh buat kalian semua.  ciaoooooo…….

 

About these ads

1 Response to “PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN”


  1. 1 sangkuti
    April 22, 2009 at 12:41 pm

    rata2 u bikin tulisan ini…. malem ya,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: